tulisan. gambar. foto. apapun. adalah tentang diri. adalah tentang hidup yang tidak begitu-begitu saja. perubahan adalah perubahan dan itu [semacam] sesuatu yang selalu ada. adalah tentang isi kepala yang berisik dan memaksa dikeluarkan.
Friday, May 16, 2008
akhirnya aku harus bilang, aku memang membenci...
tubuh ini,
jiwa ini,
semuanya nyaris mati rasa...
ada kebencian pekat yang menelusup dalam hati ini,
kebencian pada dia yang tak layak menerimanya...
pada dia yang selayaknya menerima rasa cinta dan sayang...
tuhan,
di mana salahnya semua ini?
ketika logikaku harus tunduk di bawah kebencian, aku pun memilih untuk pergi,
dan tak ingin kembali...
sekarang, kupaksakan kakiku melangkah untuk kembali,
tapi hanya ragaku yang berhasil kembali...
cuma muak yang terasa di sini,
ingin memuntahkan smeuanya, tapi hanya ada kepalsuan atas nama etika...
aku harus pergi secepatnya,
secepat yang aku bisa...
itu yang terpikir saat ini,
meski dia yang lain bilang, lebih baik aku selesaikan kebencian ini,
agar kalaupun aku harus pergi,
aku tak harus membebani diri dengan rasa itu...
hufh...
Wednesday, May 07, 2008
cerita si skripsi,
sudah setahun terakhir ini aku berkutat dengan satu kata yang seringkali bikin blingsatan sendiri...
satu kata yang bikin perasaan ga karuan,
satu kata yang entah kenapa bikin idup ini jadi di situ-situ aja tanpa disadari...
satu kata: skripsi.
dan setelah sekian lama aku nyadar kalo skripsi itu emang mesti dikerjain,
kenapa? karena hidup nggak bisa begitu-begitu aja,
hidup nggak bisa berkutat dengan skripsi aja, dan karenanya kerjaan ini mesti diselesain...
dan dengan semangat 'move on' itulah si skripsi itu bisa masuk tahap pengerjaan sekarang...
setelah sempat berkali-kali ganti judul (yeah, 7 kali...), akhirnya skripsiku dibiarkan tak berjudul pasti tapi bertema jelas...
maksutnya?
judul masih bisa ganti lagi sesuai kondisi lapangan nanti, yang jelas tema atau fokus masalah yang diangkat nggak ganti lagi...
Tentang program sosialisasi SMK di Kota Bandung.
masih banyak hal yang bikin pusing,
setelah beberapa hari kemarin merasa cukup aman dengan studi deskriptif kualitatif yang di-acc oleh pembimbing satu, sekarang aku mesti ngubek-ngubek buku lagi karena pembimbing dua nggak sreg dengan deskriptif...
gimana kalo pake studi kasus? begitu katanya...
hm...
tawaran menarik yang kalo diterima otomatis bikin aku meti kerja lebih keras lagi karena aku nggak ngerti sama sekali soal desain penelitian studi kasus itu...:(
akhirnya baca buku robert k. yin soal studi kasus, dan malah tambah pusing karena "Studi Kasus" dalam buku itu bener-bener ideal..
so? ternyata memang harus diseriusin...
kenapa pilih tema SMK ini?
soalnya menarik, bagaimana usaha keras pemerintah untuk melakukan re-informasi kepada masyarakat mengenai SMK, setelah selama ini pemerintah sendiri yang bikin citra SMK seperti sekarang...
yang masyarakat (nggak semuanya, tapi sebagian besar) tahu tentang SMK:
* kalo lulus nggak bisa langsung kuliah,
* kualitas sekolahnya nggak bagus dibanding SMA,
* cuma buat mereka yang mau langsung kerja,
dan inilah yang bikin selama ini masyarakat Indonesia menjadi sangat 'SMA-minded'
bertahun-tahun SMK harus menelan citra sebagai "pilihan nomor dua" dari para siswa SMP yang mau melanjutkan pendidikannya, sampai persentase SMA:SMK itu 70:30
ternyata fakta bicara bahwa lulusan SMA yang mampu melanjutkan ke perguruan tinggi itu hanya 20%.
see? sisanya bekerja tanpa kompetensi atau menambah jumlah pengangguran di negeri ini.
akhirnya pemeritah sadar dengan kondisi ini, dan mencanangkan sebuah program berskala nasional untuk membuat rasio perbandingan SMA : SMK menjadi 30:70 di tahun 2010 (atau 2015) nanti...
Bandung adalah salah satu kota di Indonesia yang cukup serius dalam program ini,
sejak tahun kemarin, dinas pendidikan kota Bandung gencar melaksanakan program promosi SMK ke SMP-SMP di kota Bandung,
hasilnya? jumlah pendaftar ke SMK naik 18%.
terlepas dari apakah ini disebabkan oleh program itu atau bukan, tahun 2008 ini disdik mengadakan program yang sama, namun lebih terencana, dan kali ini publiknya bukan hanya SMP negeri saja, namun juga SMP swasta..
90 kepala SMK negeri&swasta di Kota bandung turun langsung dalam program *yang dengan semena-mena aku sebut* sosialisasi SMK ini...
hehehe...
menurutku, ini jadi menarik karena benar-benar kepala SMK yang turun untuk mensosialisasikan SMK. bukan sekedar orang dinas pendidikan yang datang bagi-bagi selebaran mengenai SMK, tapi minta waktu khusus untuk mempresentasikan informasi mengenai SMK...
okelah...
aku jadi mesti observasi lapangan, mungkin sekaligus observasi partisipatif...
nggak apa-apa...
aku suka tema ini, aku juga suka programnya...
bagian yang nggak aku suka dalan skripsi ini adalah baca buku metodologi, dan ngurusin birokrasi perizinan...
ehehehehe...
jadi begitulah cerita singkat tentang si skrpsi yang lagi aku kerjain ini...
tapi saking seringnya cari bahan soal hal ini, plus wawancara dan ngintil2 ke SMP buat liat langsung program sosialisasi ini, bawaanku jadi ikut-ikutan promosiin SMK kemana-mana...
huhuhuhu...
pokoknya kalo ada ibu-ibu yang anaknya masi SMP, dengan keukeuh aku bilang mendingan masuk SMK aja...
kenapa?
* sekarang,dari SMK bisa nerusin ke perguruan tinggi mana aja asal lulus tes, jadi nggak ada lagi yang namanya lulusan SMK mesti kerja dulu sebelum kuliah.... kalo ada perguruan tinggi yang kayak gitu, bisa dipermasalahin tuh ke pemerintah...
* kalo mau langsung kerja setelah sekolah, SMK itu oke banget lah... pelajaran yang diterima itu lebih banyak praktek daripada teori sehingga skill pun bisa dibilang terjamin, udah gitu, di SMK, praktek kerja industri buat siswa tu minimal 6 bulan..jadi di sana udah nggak aneh lagi kalo siswa2 suka lebih pinter dari gurunya, soalnya mereka turun langsung ke lapangan...
* mau wirausaha aja? SMK ngasih bekal yang cukup kok... sekarang ini, ada yang namanya pelajaran kewirausahaan buat siswa SMK, pluspraktek dong...supaya siswa biasa jadi wirausahawan walaupun usianya masih muda...
* kalo kerja di perusahaan, lulusan SMK punya salary yang lumayan, karena mereka punya skill yang nggak sembarangan....
* diterima di PTN? ada kesempatan buat dapetin beasiswa 2,5 juta per semester buat lulusan SMK...
hmmm....jadi lebih fleksibel kan?
laaahhhh...
beneran promosi ini mah...
ya sudahlah...
moga-moga semuanya lancar...
amin...
doain skripsiku ini selesai tepat waktu ya...
Thursday, April 24, 2008
Aaaaaaarrrrrgggghhhh!!!!
kenapa ada di sini?
sejak kapan?
...
aku nggak berani berharap kamu akan tahu cerita ini,
karena aku berhenti berharap untuk mendapat lebih. dari kamu, atau siapapun. aku sudah nggak lagi berharap.
aku cuma ingin melihat, mendengar, dan merasakan keberadaanmu.
tahu-tahu kamu ada di situ, di pojok hati yang kemarin tak terisi.
tiba-tiba kamu hadir dengan semuanya. tersenyum. tertawa.
membuatku kembali seperti anak-anak yang mampu berkejaran dengan senang.
senang yang sudah lama aku lupakan.
lupa karena gengsi. lupa karena bicara usia.
lupa karena orang bilang sudah bukan waktunya.
kamu merebut lamunan malamku,
mengisinya dengan mimpi tentang perebutan syal dan keisengan anak kecil lainnya.
kamu pasti tertawa kalau kubilang tentang kamu yang hadir dalam inginku setelah beberapa jam itu.
kamu tahu,
saat ini kamu dan semua memori tentang kamu di saat itu jadi terlalu menyedihkan untuk diingat.
karena mungkin nggak akan ada lagi permainan anak-anak seperti waktu itu.
karena mungkin aku sudah kehilangan kesempatan untuk menjadi anak-anak kembali dalam sekejap denganmu...
terimakasih untuk tawa yang sudah lama tak hadir itu,
terimakasih untuk tanggapannya,
meskipun kamu nggak benar-benar tahu...
Thursday, March 27, 2008
tentang lelaki di atas vespa merah,
Aku sudah lama jatuh cinta pada lelaki di atas vespa merah itu.
Sejak ia muncul dengan arogansinya sebagai senior di hadapanku, aku tahu aku sudah jatuh cinta. Tahun-tahun kuliahku kulewati dengan jatuh cinta. Jatuh cinta pada semua tentangnya. Pada arogansi yang tak terbantahkan miliknya, pada suara tawa dan obrolannya, pada karyanya, aku tahu aku jatuh cinta. Dan aku tahu akan ketidaktahuannya bahwa ia telah membuatku jatuh cinta.
Aku sadar aku bukanlah satu-satunya orang yang jatuh cinta padanya. Tapi apa peduliku dengan sederet panjang nama yang mengaku jatuh cinta padanya? Aku tak peduli dan tak pernah peduli. Aku tak berminat bersaing dengan deretan nama itu untuk menarik perhatian dan mengharap balasan cinta dari lelaki di atas vespa merah itu. Aku hanya jatuh cinta pada semua tentangnya. Hanya ingin terus memandanginya sepuas hati, mendengarkan nada-nada yang keluar tanpa aturan dari bibirnya, menikmati satu per satu karya yang benar-benar khas dirinya, dan membangun imajiku dengan bebas tentangnya. Tentang lelaki yang ada di atas vespa merah itu.
Aku bermimpi ia akan mengingat namaku dan melafalkannya dengan baik saat berpapapsan di koridor sempit kampus suatu saat nanti. Tapi cuma bermimpi, tak lebih lagi. Ia tak mengenalku kecuali sebagai “junior yang sering kelihatan”. Itu pun lumayan, daripada ia tak pernah melihatku sama sekali. Satu waktu pernah kucoba menyelusup dan menceburkan diri ke dalam dunia tempatnya berpijak, sambil memuaskan diriku menikmati semua tentangnya. Empirik ataupun tidak. Namun satu dan lain hal yang tak bisa kuhindari memaksaku meninggalkan tempat itu, dan mengeksiskan diri di tempat yang lain. Sial.
Aku masih jatuh cinta pada lelaki di atas vespa merah itu. Hingga saat ini, ketika ia [seperti biasa] membuat keributan di sisi koridor gedung dua. Satu yang berbeda, kali ini ia melakukannya dengan mata yang lekat memandangi gadis berambut lurus sebahu di depannya. Ah, jatuh cintakah lelaki itu padanya? Wajahnya kelihatan lebih sumringah daripada biasanya, bahasa tubuhnya juga lebih lembut dan santai. Sepertinya lelaki di atas vespa merah itu telah jatuh cinta pada gadis berambut lurus sebahu itu. Benar-benar jatuh cinta. Aku bisa membayangkan lelaki itu menyebut nama sang gadis dalam lamunan menjelang tidurnya, dan melafalkan namanya dengan benar setiap hari. Melafalkan dengan nada orang jatuh cinta. Dengan nada yang bahkan dalam mimpi pun tak berani kualami.
Lelaki di atas vespa merah itu memang jatuh cinta. Tapi tak ada hubungannya denganku. Tak peduli pada siapa lelaki itu jatuh cinta, aku tahu aku akan tetap jatuh cinta padanya. Jatuh cinta pada semua tentangnya, termasuk pada caranya jatuh cinta.
Mata ini masih memandangnya dengan sangat berminat. Memandang lelaki di atas vespa merah itu tertawa, ditertawakan, dan menertawakan. Mengamati patah-patah gerakan tubuhnya yang bercerita begitu banyak. Merekam dengan baik raut sumringahnya, gerak dinamis tangannya, gelengan kepala, dan hentakan kakinya. Menikmati satu demi satu gerakan yang ia buat dan nada demi nada yang ia keluarkan. Lihatlah betapa ia telah membuatku jatuh cinta!
Lelaki di atas vespa merah itu telah berkali-kali membuatku jatuh cinta. Kumohon, tetaplah di sana, tetaplah berada di atas vespa merahmu yang tak ada duanya di sini.
Hembuskanlah nafasmu…
Bergeraklah…
Bersuaralah…
Berkaryalah…
Dan aku akan selalu kembali jatuh cinta padamu.
Kembali jatuh cinta dengan cara yang sama pada lelaki di atas vespa merah itu.
cuma sebuah cerita,
potongan cerita dari kampus dengan ketidakmuraman yang ada,
nb. buat yang tau siapa orangnya, diem2 aja yah...
heehehehehe....