Monday, September 26, 2005

gara2 "Gege Mengejar Cinta"?

aku baru pinjam novel itu...
"Gege Mengejar Cinta"...
telat memang, toh anak2 lain sudah selesai membacanya dari beberapa abad yang lalu. Tapi tak apa, aku bersyukur membacanya pada saat yang TEPAT seperti kemarin itu.
kenapa aku bilang TEPAT? karena saat membacanya, ada suara yang berseru di dalam hati,
"Ini buku NYINDIR gw yak????"
ahahahahaha...
ya, harus aku akui ada perasaan sesak yang tak terjelaskan saat menghayati baris demi baris dari novel adhitya mulya itu...

lalu, dapat apa?
hehehe...dapat sebuah 'kesadaran' bahwa ada yang istimewa tentang seseorang di ujung sana!
asli...asli...
sejak kapan dia menjadi begitu 'besar' dalam hari-hariku?
huhuhuhuhu...bingung-bingung gih...
suruh siapa semaunya sendiri...
huhuhuhu...ini postingan nggak beres lagi...
nggak bener...

biarin...
what is it about?

Thursday, September 22, 2005

takut untuk menyukai?



Benarkah aku takut untuk menyukai lagi? Benarkah semua keenggananku untuk “mengenal lebih jauh” selama ini sesungguhnya berpangkal pada ketakutanku untuk menyukai dan terluka karenanya? Benarkah alasan “tak ingin terikat” yang kuajukan sebenarnya tak pernah benar-benar ada? Benarkah semuanya itu hanya karena rasa takutku untuk melangkah dari garis masa lalu?

Aku tak pernah tahu jawaban apa yang layak diberikan untuk pertanyaan-pertanyaan itu. Setahuku, aku benar-benar ‘menyingkirkan’ masa lalu dari pikiranku dan mencoba membangun sendiri masa kini dan masa depan yang kujalani. Tapi apakah tanpa aku sadari, luka yang pernah tertoreh dulu belum benar-benar sembuh? Luka yang menganga karena rasa bersalahku atas keputusan yang lalu?

Mungkin, aku memang takut untuk benar-benar menyukai seseorang secara serius, aku mulai khawatir ketika rasa suka itu bertambah besar dari hari ke hari, dan akhirnya aku memilih menjauh daripada membiarkan rasa suka itu tumbuh dan berkembang dengan subur. Aku takut menyakiti dan tersakiti karena rasa suka itu. Mungkin, aku memang takut.

Tapi sampai kapan aku akan ketakutan seperti ini? Sampai kapan aku akan menyangkal rasa suka yang sesungguhnya menelusup dalam hari-hariku? Sampai kapan aku akan berseru “tidak!” sambil menahan air mataku sendirian dibalik bantal tidurku? Sampai kapan aku akan memilih untuk tak menyukai siapapun secara serius? Sampai kapan?

Aku takut. Ya, sepertinya aku memang takut untuk menyukai seseorang lagi. Aku takut aku akan kembali kehilangan kontrol atas reaksi emosiku jika aku mengakui rasa suka yang mungkin sudah cukup lama berdiam diri di dalam hati yang masih belum ingin kubuka untuk siapapun. Ya, aku hanya bisa bilang...aku masih takut untuk kembali menyukai seseorang, aku masih terlalu takut untuk memiliki seseorang yang 'istimewa' dalam hari-hariku sekarang ini...
Mungkin...karena aku belum menemukan seseorang yang benar2 membuatku merasa HARUS melawan rasa takut ini?

Aku masih belum tahu...

Thursday, September 15, 2005

catatan harian seorang pengangguran

aku bosan jadi pengangguran berstatus mahasiswa,
pergi pagi, pulang sore, menghabiskan dana subsidi orang tua...
kuliah masih dibiayai orang tua ditambah dengan subsidi dari rakyat,
membuatku mau tak mau menjadi 'berhutang' dan harus mempertanggungjawabkan dana rakyat yang telah digunakan membiayai kuliahku...

makanya aku bilang aku ingin cari kerja...

tapi yang bisa ngasih manfaat buat orang lain...bukan cuma buatku saja...

hahahaha...
kata teman-temanku, aku tak cocok jadi guru...karena katanya pemikir acak sepertiku akan sulit menjelaskan tentang sesuatu kepada orang lain...
ah, tapi aku ingin jadi guru...
kenapa?
karena aku ingin berbagi, aku ingin memberikan manfaat untuk banyak orang...dan aku pikir, profesi guru mampu mewujudkan keinginan itu...
gaji kecil? aku tahu...
kendalanya banyak? aku juga tahu...
butuh kesabaran lebih? itu juga...
Ibuku juga guru...dan mungkin pengaruh beliau cukup besar untuk menimbulkan minatku terhadap dunia pendidikan...
aku bisa bilang aku adalah salah satu 'produk' pendidikan yang tak puas terhadap pendidikan yang ada...
diskriminasi!
itu yang kurasakan dari pendidikan yang kuterima...
karena hanya dan hanya anak2 yang pandai IPA saja yang diakui sebagai manusia2 berotak cerdas...dan aku membencinya!
alasan itulah salah satunya yang membawaku memilih jurusan IPS di SMU kemarin...
kami eksis!
karenanya, kami butuh diakui...

hehehe....
kenapa jadi begini?

Monday, September 12, 2005

di ujung lorong nanti, apa yang bisa kita temukan ya?
apakah senyum bersahabat teman-teman kita?
apakah tantangan berikutnya setelah yang baru saja terjadi?
ataukah...
biru dibalik lorong ini membuatku tersenyum...