ternyata rasanya masih sama,
nyamannya masih sama,
hangatnya tidak pernah berubah...
dan aku mencintanya dengan sama.
sampai saat aku menuliskan ini.
benar-benar masih sama.
hati,
aku harus bagaimana?
tulisan. gambar. foto. apapun. adalah tentang diri. adalah tentang hidup yang tidak begitu-begitu saja. perubahan adalah perubahan dan itu [semacam] sesuatu yang selalu ada. adalah tentang isi kepala yang berisik dan memaksa dikeluarkan.
Thursday, January 22, 2009
Saturday, January 17, 2009
permohonan maaf [lagi]
masih dengan mimpi yang sama,
tapi buakan buat saat ini,
bukan untuk dijalani sekarang ini...
ada yang harus berbenah di dalam rumah bernama hati,
supaya nggak berantakan terus-terusan,
supaya nggak bikin sakit terlalu sering,
harus beres-beres,
yang nggak perlu dibuang saja,
yang penting-penting dipisahkan,
dipilah, dibersihkan, dilap, kalo perlu dicuci,
lalu dimasukkan dalam kotak yang kelihatan dari luar,
supaya mudah kalau perlu dicari...
hati...
hati...
sudah berapa lama kamu tak saya urus?
sudah berapa lama saya nggak nengokin kamu?
maaf ya hati...
saya terlalu sibuk bermain di luar dengan mengatasnamakan kamu,
padahal saya lupa kalau saya punya kamu,
saya lupa kalau kamu harus saya urus,
mesti saya bersihkan dan kasih makan supaya sehat,
supaya nggak sakit dan nggak nyakitin temen-temen kamu di tempat yang berbeda
maafin saya ya,
iya,
sekarang saya mau beres-beres dulu,
supaya nanti kamu bisa dipakai lagi,
supaya kamu nggak sakit-sakitan dan nularin sakitnya sama yang lain..
Allah,
maafin saya ya...
saya sudah terlalu banyak lupa...
hening qiyamul lail, januari 2009
Wednesday, January 14, 2009
kemarin, untuk besok
mungkin memang ada yang harus diputuskan.
mungkin begitu.
mungkin tidak begitu.
kemungkinannya sama-sama lima puluh.
atau seratus untuk yang satu dan nol buat yang lain.
ternyata rasanya masih sama saat melihat namanya di situ.
di suatu tempat yang namanya kotak masuk.
tapi itu cuma betuk keegoisan tingkat tinggi saja.
jadi tidak apa.
saya mau bilang,
hati masih bicara sama,
dan rasio masih tidak sudi menemaninya.
tidak tahu kenapa.
tidak tahu itu ada di tataran ego atau super ego.
yang saya mau bilang itu: maafkan saya. sebesar-besarnya.
stasiun, lepas maghrib, januari 2009
Tuesday, January 06, 2009
curhat kemarin malam
ini sudah pagi.
01.02.
waktu yang entah kenapa rasanya berjalan cukup cepat dibandingkan biasanya.
pundak saya pegal, pegal yang sangat. mungkin terlalu lama berkutat dengan komputer malam ini.
berawal dari kenekatan mencoba sesuatu yang baru yang nggak saya pahami sama sekali,ulik sana sini tetep nggak bisa gara-gara memang nggak punya dasar di sana...
hahaha...
jadi ketawa.
ketawa yang nggak ada sebabnya.
ketawa yang karena cuma ingin ketawa.
01.47
menumpuk.
semua rasa beradu dalam hati dan kepala yang tercampur ketidaklogisan bernama rasa.
di sini dan saat ini.
lelah.lelah.lelah.
menunggu tenang mungkin berarti tidak ada perhentian.
karena tenang tidak datang dengan cuma-cuma dan pengorbanan itu menghancur entah kemana.
tangis bukan lagi pelampiasan. tangis menjadi penahan sakit.
02.06
ufh!
nggak selesai-selesai.
kerjaan ini menyiksa rupanya...
02.16
saya kira cdrom lama saya sudah rusak,
makanya mau saya ganti dulu buat instal driver printer,
ternyata pas saya buka casing CPU nya...kabel2 di dalamnya emang nggak terhubung sama itu cdrom!
ya iyalah dia nggak idup-idup...
euh...
oon ah saya pagi ini!
03.52
akhirnya.
print-out sebagian besar sudah selesai.
saatnya menyusun lembar demi lembar sesuai kebutuhan.
mirip seperti saya menyusun puzzle hati ini, tidak bisa buru-buru, atau saya akan salah pasang.
dan salah pasangnya akan sama efeknya dengan petugas perusahaan telekomunikasi yang salah memasangkan kabel telepon ke tiang listrik, bukan tiang telepon.
ya dikira-kira saja bagaimana nasibnya setelah itu.
......
*twiiiittttt......*
masa aktif otaknya sudah berakhir,
belum bisa tidur,
tapi udah nggak sanggup mikir yang susah-susah,
maunya yang seneng-seneng aja.
makanya berenti di sini.
kalo diterusin nanti kacau.
hehehehe...
yuk ah...
salam teh manis panas dan indomie rebus tanpa telor,
_andhin_
01.02.
waktu yang entah kenapa rasanya berjalan cukup cepat dibandingkan biasanya.
pundak saya pegal, pegal yang sangat. mungkin terlalu lama berkutat dengan komputer malam ini.
berawal dari kenekatan mencoba sesuatu yang baru yang nggak saya pahami sama sekali,ulik sana sini tetep nggak bisa gara-gara memang nggak punya dasar di sana...
hahaha...
jadi ketawa.
ketawa yang nggak ada sebabnya.
ketawa yang karena cuma ingin ketawa.
01.47
menumpuk.
semua rasa beradu dalam hati dan kepala yang tercampur ketidaklogisan bernama rasa.
di sini dan saat ini.
lelah.lelah.lelah.
menunggu tenang mungkin berarti tidak ada perhentian.
karena tenang tidak datang dengan cuma-cuma dan pengorbanan itu menghancur entah kemana.
tangis bukan lagi pelampiasan. tangis menjadi penahan sakit.
02.06
ufh!
nggak selesai-selesai.
kerjaan ini menyiksa rupanya...
02.16
saya kira cdrom lama saya sudah rusak,
makanya mau saya ganti dulu buat instal driver printer,
ternyata pas saya buka casing CPU nya...kabel2 di dalamnya emang nggak terhubung sama itu cdrom!
ya iyalah dia nggak idup-idup...
euh...
oon ah saya pagi ini!
03.52
akhirnya.
print-out sebagian besar sudah selesai.
saatnya menyusun lembar demi lembar sesuai kebutuhan.
mirip seperti saya menyusun puzzle hati ini, tidak bisa buru-buru, atau saya akan salah pasang.
dan salah pasangnya akan sama efeknya dengan petugas perusahaan telekomunikasi yang salah memasangkan kabel telepon ke tiang listrik, bukan tiang telepon.
ya dikira-kira saja bagaimana nasibnya setelah itu.
......
*twiiiittttt......*
masa aktif otaknya sudah berakhir,
belum bisa tidur,
tapi udah nggak sanggup mikir yang susah-susah,
maunya yang seneng-seneng aja.
makanya berenti di sini.
kalo diterusin nanti kacau.
hehehehe...
yuk ah...
salam teh manis panas dan indomie rebus tanpa telor,
_andhin_
Thursday, January 01, 2009
Subscribe to:
Comments (Atom)
