Saturday, December 13, 2008

mimpi itu, di bulan itu,


Kamu pikir, aku mencintainya karena apa?
Dengan semua ketulusannya, dengan semua yang ada pada dirinya,
insyaallah dia yang terbaik... [mengutip kalimat david tentang yayangnya]

Aku mencintainya bukan karena apa-apa,
Aku mencintainya karena dia adalah dia...

Mungkin aku mencintainya hanya karena aku mencintainya...

Kamu tahu, tidak ada manusia yang bisa memastikan segalanya,
Walaupun hari ini aku bersamanya dan berjanji pada diriku sendiri untuk terus bersamanya, aku tidak punya jaminan bahwa di hari nanti, ia tetap ada di sini...

Tuhan selalu punya rencananya sendiri,
Tapi kali ini, aku benar-benar berharap dalam rencana itu ada “kami”, bukan lagi sekedar aku dan dia.

Dia terlalu luar biasa untuk diabaikan...:)
Ya, dia benar-benar terlalu luar biasa untukku...

aku tidak pernah benar-benar tahu seperti apa 'mencintai' yang kutuliskan di sini,
yang aku tahu cuma: rasa itu tak bisa pergi begitu saja, tak pernah pergi begitu saja.


sebuah tulisan lama,
untuknya,
hanya, dan selalu untuknya...

_andhin hz_kamartidurpenuhmimpi_mei 08
_

Wednesday, December 10, 2008

au ah!

ada yang masuk ga ketuk pintu,
ga ngucap salam,
ga bilang permisi,
ga sopan!

tapi nggak bisa diusir,
nggak bisa dicuekin,
bikin repot.

sialan.
kenapa jadi kayak gini?

Wednesday, December 03, 2008

bilang aja: lagi kangen


kadang asa ini terhenti dalam ruang yang tak berbentuk,

ketika sendu datang mengetuk, dan sesak menggerogoti tegarku...

sederhana, hati ini cuma bicara tentang keinginan bersua,

berputar pada harap ditemui secara nyata, lepas dari bayang mimpi yang menemani...

dan seperti biasanya,


realita seringkali tak mau tersenyum ramah...

kembali pada sepi di tengah ricuhnya alam...


berteriak dalam hati... memaki dalam hembusan nafas...

ayolah waktu.... berjalanlah lebih cepat!

aku menunggu ricuh ini berakhir...

ayolah hati... menguatlah, melembutlah...


kita berdiri di tepi pilihan...


antara tangis dan tawa...

antara harap dan nyata...


antara dunia, dan rindu kita...




Tuesday, December 02, 2008

Martabak Manis Mini 'Favorit' . . . Jatinangor . . .

Ada jajanan baru yang lagi saya suka. Martabak Manis Mini 'Favorit' di Jatinangor.


Awalnya iseng-iseng beli waktu nunggu angkot di pertigaan Sayang, saya liat ini gerobak jajanan kok rame banget dikelilingin anak sekolah.


Yang kepikiran waktu itu, kalo yang banyak belinya anak sekolah, berarti harganya murah! hehehehe... soal rasa, ya spekulasi lah, paling nggak masih layak makan karena banyak yang beli.

Tempatnya di depan warung nasi yang deket alfamart Sayang, yang jualannya Aa2 masih muda gitu lah...



Akhirnya saya mampir dan liat daftar menu [halah, menu!]. Ternyata bener! Harganya bersahabat sama kantong anak sekolahan... mulai dari seribu perak sampai 4.500 rupiah per potong... tergantung isinya nanti...
nih daftar harganya...


Saya pesen yang kismis satu, terus meises 2 dan keju 1 buat orang rumah. Ukuran martabaknya memang mini, nggak tau deh berapa tepatnya diameter itu martabak, tapi ya...mini lah!
Lumayan tebel, kalo kata saya...

Rasanya? Ternyata enak...:)
hehehehehe...

Martabaknya lembut, bahkan setelah dingin pun masih enak dimakan...
saya belum pernah coba masukin kulkas sih, cuman waktu saya sisain satu potong buat Ibu yang pulang sore, beliau bilang martabaknya enak meskipun sudah dingin...
hmm...

paling nggak bukan cuma saya dong yang bilang martabak ini enak..
hehehehe..

Kemarin siang saya ajak temen saya beli martabak itu, sekedar meyakinkan diri, bener nggak sih martabak ini memang enak [paling nggak untuk harga segitu lah...:P].

jangan-jangan karena saya gembul, semua makanan buat saya rasanya enak? hahahaha...

hasilnya? Dia bilang enak!
Hohohoho... berarti selera saya nggak jelek-jelek amat lah soal makanan...:P


Favorit saya? Kismis dan meises..
nyammmm....

selamat makan...



sori, saya lupa motret martabaknya...

hehehehe...


Thursday, November 27, 2008

Kalau saya suka Letto dan kamu suka Kangen Band, terus kenapa?


Iya, saya pengen nanya gitu.

Saya kan nggak mesti punya kesukaan yang sama dengan kamu atau dengan orang-orang lainnya.

Kalau saya bilang saya nggak suka dengan apa yang kamu suka,
kan itu suka-suka saya.

Sama saja dengan kamu yang nggak mau kesukaan kamu diprotes,
saya juga nggak mau disuruh suka sama sesuatu yang saya nggak suka.

udah ah,
silakan dengerin apa yang kamu suka sesuka kamu,
tapi nggak usah aja-ajak saya.

saya nggak suka.