Saturday, November 12, 2005

kalo gw lagi kesel?

...maafin gw...

buat orang yang entah kenapa nggak pernah berenti nganggap gw anak kecil yang nggak bisa serius...
buat orang yang entah gimana kelewat sering nyampurin idup gw dan membuat tembok "percaya" gw ilang!
maafin gw,tapi gw terlalu kesel untuk nggak menulis ini di semua tempat dimana gw bisa menulis...
maafin gw,tapi gw sepertinya kehilangan kesabaran gw kali ini,
maafin gw, tapi gw terlanjur masukin tulisan ini di bulbo FS dan blog ini...

lo boleh bilang apapun tentang perasaan gw sama "seseorang di sana" yang gw suka,
lo boleh ngeledekin gw sampe segimana pun tentang omongan gw yang suka sok dewasa,
itu hak lo, dan itu urusan lo...
gw mencoba untuk nggak peduli,
tapi ternyata lo nggak berenti sampe di situ ya?
apa lo pikir gw maen2 kalo suka sama orang?
apa lo pikir gw cuman nganggap rasa suka itu nggak lebih dari sekedar "games"?
gw nggak terima...asli nggak terima!
buat gw, perasaan bukan mainan, sama sekali bukan!

adalah hak lo untuk bilang gw sok melankolis dan semacamnya,
tapi jangan pernah menempatkan gw sebagai pecundang hanya karena gw bertepuk sebelah tangan!
lo tau, menyukai seseorang adalah hak gw,
terlepas dari apakah orang itu menyukai gw atau enggak...
buat gw, bisa menyukai dia aja udah anugerah yang harus gw syukuri,
dan gw nggak lantas merasa "kalah" karena perasaan gw nggak bersambut!
masih banyak hal yang bisa gw syukuri karena bisa menyukai orang seperti dia...

sungguh,
gw marah,
gw nggak suka dengan kata demi kata yang lo kirim ke gw lewat berbagai cara...
gw nggak bisa nerima itu sebagai keisengan biasa...
karena gw tau lo nggak sekedar iseng dengan semua itu...
please, jangan bikin gw lebih kesel daripada ini...
gw khawatir masa depan dunia agak sedikit berantakan kalo lo masih nggak sadar juga...=P

gw sama sekali nggak merasa kalah ketika gw memutuskan untuk menyukai dia,
karena gw tau dia layak untuk disukai...
utuh sebagai dia,
lengkap dengan kelebihan (entah itu kelebihan berat badan atau semacamnya) dan kekurangannya (entah itu kekurangan duit atau kekurangan waktu...)...

gw nggak pernah meminta lo untuk merahasiakan kenyataan bahwa gw suka sama orang itu kan?
lo tau kenapa?
karena itu bukan rahasia!
semua orang boleh tau kalo gw (seorang gw) sedang menyukai seseorang di seberang sana...
bahkan orangnya sendiri boleh tau...
pada waktu yang tepat tentunya...
(atau jangan2 dia udah tau?)
gw nggak peduli...

Please...ini permohonan gw,
jangan recoki gw dengan kenggakjelasan yang lo hadirkan dalam hari gw,
jangan buat gw kehilangan simpati sama lo lebih dari ini...
please...
jangan memposisikan gw sebagai manusia yang nggak bisa memutuskan dan memilih hidup yang pengen gw jalani...

kali ini,
gw SERIUS!
semoga besok lebih baik...
maafin gw,
tapi gw pengen lo nyadar bahwa gw udah kesel banget,
sampe pengen rasanya ngelemparin angkot cikudapateuh-ciroyom ke kepala lo...

so, please...

Tuesday, October 18, 2005

satu langkah sebelum langkah ini...

dunia ini berubah,
begitu juga dengan kita...
saat kita melangkah,
terjerat, terjatuh, dan bangun kembali...

untuk semua orang yang pernah, sedang, dan akan melangkah di jalur ini...



Aku menyukai hari dimana kita semua berseru bersama atas nama kepedulian,
Aku menyukai hari saat kita mengepalkan tangan menentang ketidakadilan yang terbentang,
Aku menyukai hari ketika kita memutuskan untuk melangkah di jalan yang tak mudah ini,
Aku menyukai hari-hari itu…
Hingga…
waktu yang berlalu membuat kita lupa untuk apa kita memilih jalan ini…
peluh yang mengalir membuat kita jenuh akan dunia yang seringkali tak bersahabat…
Hingga…
luka kita mulai menganga…
Kemudian kita mulai terdiam,
Sibuk mengurusi luka kita, mebuat wacana demi wacana yang tak ketahuan juntrungannya…
Kemudian kita mulai tak lagi tersentuh realita, selain berita koran pagi yang isinya seragam semua…
Kemudian kita mulai sama seperti mereka, menggalang konspirasi diantara kita untuk mencapai kepentingan kita masing-masing…
Dan akhirnya aku bertanya,
UNTUK SIAPA KITA SEBENARNYA ADA???

sekedar flashback

sebuah kenangan dari kepengurusan tahun lalu membuatku terenyuh kembali...
seolah mendapatkan cerminan tentang idelalisme kami dulu,


saat pertama aku sadar bahwa idealisme tidak ada dalam buku-buku itu...


Kami hidup untuk mencintai sesuatu
Kami dicintai untuk seseuatu yang hidup
Dari dulu perasaan kami tetap sama
Hingga perasaan itu lupa akan masa lalu
Mulai sekarang hanya ada hari esok dan hari ini
Sampai kapanpun kami akan tetap mencintai kalian
Sebuah kenangan dari BEM akan tetap membekas di hati
Sama-sama kita rangkul kenangan di sini
Dan sampai kapanpun jua
Ingatlah hari ini…



Thursday, October 13, 2005

menu buka puasa

menu buka puasa...


hari ini pengen ngejadiin dosen yang ngajar buat menu buka puasa...
kira2 enak ga ya?

Monday, October 03, 2005

terimakasih banyak!




Untukmu yang ada di seberang sana…

Aku tidak tahu kapan persisnya, tapi saat ini kamu mulai menjadi bagian penting dalam hidupku yang mampu membuatku berharap untuk benar-benar jatuh cinta.

Terima kasih sudah membuatku merasakan rasa suka sekali lagi. Terima kasih sudah memberiku keberanian untuk mengakui bahwa dirimu berbeda di dalam hatiku. Terima kasih sudah hadir dalam hari-hariku dan membuatnya lebih berwarna. Ya, terima kasih sudah menjadi semangat untukku di hari-hari ini.

Mungkin aku akan banyak menangis ketika merasa bahwa aku tak punya kans yang cukup besar untuk memenangkan hatimu. Mungkin aku akan sangat tersiksa andaikata kamu merasa terganggu dengan keberadaanku dalam hidupmu dan memintaku untuk tak lagi mengusikmu. Mungkin sesak di dada ini akan memuncak dan membuatku meneteskan air mata jika aku harus menerima kenyataan bahwa tak ada ruang untukku di hatimu.
Mungkin…masih banyak kemungkinan terburuk lain yang bisa menghampiriku sejalan dengan akan tersampaikannya rasa ini padamu.

Tapi tak apa. Hidup memang tak selamanya mudah, tapi toh tetap indah. Meski mungkin akan ada rasa sakit dan luka yang perih karena mencintai, tak apa... Karena ini adalah anugerah, dan sungguh…semua ini benar-benar indah. Aku bersyukur karena Tuhan masih memberiku waktu untuk menyukaimu. Rasa suka ini, kekhawatiran ini, ketakutan ini, kebahagiaan ini, semuanya bercampur dalam sebuah proses. Sebuah jalan hidup, sebuah momen kehidupan yang akan membuat kita lebih dewasa.

Sebentar lagi, ya, sebentar lagi waktu rutin bersama kita akan selesai, dan mungkin aku tak lagi dapat menemukan alasan untuk menemuimu di luar itu. Kamu akan mulai sangat sibuk dengan persiapan masa depanmu, dan mungkin aku juga akan tenggelam dalam kegiatan-kegiatanku yang biasa.
Aku tenggelam dalam tanya,
Kapan kita akan bersama lagi?
Tertawa dalam balutan udara sore yang menyegarkan dan kadang membuat kita menggigil kedinginan…
Kapan lagi aku bisa menikmati candamu yang mampu membuatku terbahak itu?
Mengamati caramu tertawa dan merekamnya dengan teliti dalam memoriku…
Kapan kita akan bicara soal novel itu lagi?
Membahas betapa pria dan wanita begitu berbeda meski ada dalam rasa yang sama…
Kapan sms-sms tak pentingku itu mendapat balasan lagi?
Dengan kata-kata tak terduga yang seringkali membuatku terpana membacanya…

Sungguh...
Aku ingin semua bisa tetap seperti itu.
Tetap dalam tawa dan udara positif yang selalu kamu bawa...

akankah?